Indonesian Afrikaans Arabic Chinese (Simplified) Danish Dutch English Estonian Filipino Finnish French German Icelandic Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Spanish Thai
Banner

Pendakian Mt.Rinjani (3726M) - Lombok : Rinjani I

Article Index
Pendakian Mt.Rinjani (3726M) - Lombok : Rinjani I
Pendakian Mt.Rinjani (3726 M) - Lombok : Rinjani II [Repotnya persiapan, asiknya perjalanan]
Pendakian Mt.Rinjani (3726 M) : Lombok : Rinjani III [Ku-datang, Ku-lihat dan Ku-daki]
Pendakian Mt. Rinjani (3726 M) - Lombok : Rinjani IV [Dan, Rinjani-pun ku-daki]
Pendakian Mt.Rinjani (3726 M) - Lombok : Rinjani V [Keindahan ilalang, keindahan Rinjani]
Pendakian Mt.Rinjani (3726 M) - Lombok : Rinjani VI [Negeri atas awan Plawangan Sembalun]
Pendakian Mt.Rinjani (3726 M) - Lombok : Rinjani VII
Pendakian Mt.Rinjani (3726 M) - Lombok : Rinjani VIII
Pendakian Mt.Rinjani (3726 M) - Lombok : Rinjani IX
Pendakian Mt. Rinjani (3726 M) - Lombok : Rinjani X [Perjuangan berat sampai ke Senaru]
Pendakian Mt.Rinjani (3726 M) - Lombok : Rinjani XI - The End
All Pages

RinjaniProlog :

Sungguh mengagumkan semangat kawan kawan dari Toyota Indonesia Adventurer Club (TIAC), kelompok Pencinta Alam Toyota yang menggeluti secara intern kegiatan Pencinta Alam dan olah raga alam terbuka di lingkungan Toyota Indonesia . 

Club ini di motori oleh karyawan Toyota Indonesia dari macam macam departemen atau bidang di perusahaan tempat mereka bekerja. Kegiatan perjalanan ke alam bebas selalu rutin di lakukan, namun secara diam diam tanpa gembar gembor publikasi, namun terarah dan rutin. Dukungan manajemen Toyota juga cukup besar. Kegiatan mereka selain mendaki gunung, menyusur pantai (misal: Ujung Kulon ...dst), juga Penelusuran Gua (di Jawa Barat ...dst), aksi sosial (dilakukan sambil melakukan pendakian, aksi sosial dan kurban), sarasehan atau diskusi intern tentang perencanaan perjalanan dan sharing pengalaman setelah melakukan perjalanan.


Hal hal positif ini perlu ditularkan ke perusahaan lain dan agar tetap dipertahankan di lingkungan Toyota Indonesia.

Harapan saya, agar suatu saat TIAC mampu mengorganisir kegiatan sosial berkenaan dengan alam bebas dan Pencinta Alam, yang melibatkan masyarakat luas. Nah ini dampak nya akan sangat positif, baik bagi TIAC sendiri, maupun lingkungan sekitar nya.

Paling tidak saya hadir 2 (dua) kali dalam acara diskusi intern TIAC tentang Perjalanan di Alam Bebas, bagaimana persiapan nya, apa yang harus di lakukan, sekaligus buka puasa di Kantor TIAC di bilangan Sunter Jakarta Utara.

Tim TIAC juga sudah mendaki Mt.Kinabalu (4095,2 M) di Sabah, Malaysia dan berhasil dengan sukses.

Artikel ini sengaja saya angkat untuk informasi para pembaca :www.BHP-adventures.com, untuk informasi dan persiapan perjalanan, bagaimana emosi terlibat lepas dan gaya penulisan Ade Nurdin yang khas, detail dan ungkapkan masalah masalah emosi dan keindahan. Tulisan runut, enak di baca dan sungguh pengalaman yang tidak dapat di lupakan. Terima kasih kepada Ade Nurdin yang telah memberi ijin atas pemuatan artikel ini, juga Terima kasih kepada Mintarjo Darmali yang telah memperkenalkan kepada TIAC dan menjadi mediator efektif dalam membina hubungan.

Selamat dan salam untuk : Ade Nurdin, Wulan Maulina, HM. Atoillah, Sarah Atoillah, Noni Wahyuni, Romdhoni, Mintarjo Darmali, Isti Gunarso, Purwoko Deni, Farid Susilo, Anggara Yonatan, Bo’ang dan  Lalu Ramli, selamat dan sukses ya, kalian sudah kembali bergelut dengan alam.

Salam Rimba,

Budi Hartono Purnomo. 

Menembus Ambang Batas Diri

Taman Nasional Gunung Rinjani - Lombok - NTB

2 September s/d 6 September 2005

Coretan tangan oleh : -an-

Extreme Journal TIAC : Rinjani I

Kupersembahkan cerita perjalanan ini untuk teman-teman TIAC dan keluarga yang ditinggalkan sewaktu event Rinjani September Ceria 2005 yang berlangsung pada tanggal 2-6 September 2005. Semoga dengan adanya cerita ini kita bisa mengkaji lebih dalam setiap proses perjalanan juga rentang waktu yang diberikan dengan batas kemampuan diri.

Saat kucoba mulai memutuskan dan mengajak teman-teman dalam perjalanan ini saat itupula kekhawatiran muncul. Karena kutahu perjalanan Rinjani ini benar-benar perjalanan yang amat sangat melelahkan dan butuh perjuangan berat. Tidaklah cukup bermodal uang yang banyak ataupun peralatan yang mewah ataupun fisik yang kuat. Yang diperlukan disini adalah mental yang kuat untuk bersama-sama menjalani setiap langkah kaki sampai pijakan tertinggi. Dan yang saya dan teman-teman punya adalah 80% semangat, 20% tenaga.

Cerita ini tidak akan selesai dalam sehari, bisa seminggu atau sebulan saya bisa merampungkan cerita ini. Semua kejadian dan peristiwa sudah terekam dalam memory pikiran saya dan tidak akan pernah hilang begitu saja. Cita-cita saya adalah mengangkat semua cerita perjalanan yang pernah dijalani bersama TIAC dan teman lainnya dalam kegiatan alam bebas menjadi sebuah dokumentasi indah dalam bentuk "Buku Perjalanan TIAC" disamping beberapa coretan saya yang telah dipublish di media internal dan external (Majalah Astra, Infokar dan Kompas Cyber Media).

Sekarang, perkenankan saya memperkenalkan teman-teman perjalanan Rinjani. Mereka adalah teman-teman yang baik, ceria dan kadang menyebalkan. Cukup 1x24 jam berjalan bersama untuk lebih mengenal karakter teman-teman ini, karena alam akan memberikan pelajaran yang berguna bagi masing-masing peserta. Anda ingin mengenal kami ? ikutlah bersama kami dalam perjalanan berikutnya.

Team Rinjani September Ceria 2005

1. Ade Nurdin.

Sebagai leader perjalanan dan organizer yang mengatur semua kebutuhan perjalanan. Mengkoordinasikan dan mengakomodir setiap kebutuhan dan keinginan peserta agar menjadikan perjalanan ini benar-benar sebuah perjalanan yang menyenangkan, nyaman dan aman. Tidak banyak pengalaman mendaki gunung namun semangat untuk melihat keindahan dari atas sanalah yang menjadikan aura kekuatan tersendiri.

2. Wulan Maulina.

Sebagai peserta termuda dan pendamping setia leader perjalanan. Bukan merupakan anggota TIAC dan bukan seorang yang pernah mengikuti kegiatan extreme alam bebas. Berbekal hiking-hiking kecil di Curug Cilember dan jogging-jogging ringan di Senayan tekad untuk mengikuti kegiatan ini sangatlah keras.

3. HM Atoillah.

Biasa dipanggil Max, entah struktur badannya yang super Max (Maximum) atau bukan yang jelas it's a max. Max saat makan atau Max saat mendaki. Rinjani kali ini adalah yang kedua dia kunjungi. Apa yang membuat dia ingin mengunjungi kedua kali ? "Bersama istri kan belum pernah".

4. Sarah Atoillah.

Srikandi TIAC yang belum ada lawannya. Selalu bikin suasana ceria dimanapun dan kapanpun. Selalu mengikuti event TIAC khususnya event mountaineering. Event lainnya bersama anak-anak kali yah.

5. Noni Wahyuni.

Calon srikandi TIAC berikutnya setelah Sarah. Berbekal hiking kecil ke Lawang Angin Papandayan dan hiking pagi di Pancar langsung melejit ke 3726 mdpl. Peralatan serba baru dan benar-benar mendukung untuk aktifitas ini. Dia sudah mulai terkontaminasi oleh gaya dan prilaku para peserta kali ini. Kali ini dia menjabat sebagai Bendahara perjalanan. Akankah dia terus mengikuti trip pendakian berikutnya ? atau sudah kapok dalam pendakian kali ini bersama kami ?

6. Romdhoni.

Anggota TIAC yang termasuk katagori silent. Belum pernah mengikuti kegiatan TIAC selain mountaineering. Kegiatan mountaineerinya pun tidak tanggung-tanggung, harus 3000 mdpl ke atas. Peralatan serba baru setiap akan mendaki dan pasti bikin iri peserta lain. Kalau event pantai, goa dan fun adventures adalah 'No Way', yang dia mau hanya satu 'Gunung'. Selain gunung, panjat dinding dan tebing adalah salah satu hobby yang disenangi. Tebing Citatah masih menunggu untuk dicoba bersama-sama TIAC'ers. Ada yang berminat ?

7. Mintarjo Darmali.

Jabatan, kelas atau pangkat tidak berlaku dialam bebas, yang berlalu adalah saling kerjasama dan solidaritas antar peserta untuk sama-sama mencapai tujuan. Dengan tekad yang kuat dan igin menguji batas kemampuan diri maka pilihan mengikuti kegiatan ini adalah sebuah pilihan yang mengagumkan sekaligus berani. Tidak banyak bekal yang dibawa namun dirasa kondisi fisik prima dan keyakinan yang kuat setelah rutin treadmill menepis semua rasa takut.

8. Isti Gunarso.

Sebagai peserta TIAC yang paling tua usianya namun semangat, stamina, fisiknya benar-benar 100% patut diacungin jempol. Dia mulai giat melakukan perjalanan bersama TIAC, apalagi perjalanan pendakian gunung. Mungkin usai pendakian Rinjani ini dia akan langsung menuju "Mahameru Sang Atap Jawa" diakhir tahun ini juga. Anda berminat ?

9. Purwoko Deni.

Ambisi mendaki Rinjani sudah sejak lama. Usai perjalanan Ujung Kulon lalu dia pernah berucap "Tahun Depan kami akan mendaki Rinjani". Namun saat yang ditunggu ketika akan mendaki Rinjani belum tepat, saat itu status Rinjani tertutup untuk pendakian ke puncak dan lantas mengurungkan niatnya dulu dan beralih ke Kerinci. Sampai akhirnya Nurul junior lahir dan diberi nama Rinjani walaupun belum sempat mendaki Rinjani. Kali ini tuntas sudah hasrat dan keinginan yang tertunda tersebut. Setelah Rinjani akan kemana lagi ?

10. Farid Susilo.

Dia bukan anggota TIAC dan juga bukan karyawan Toyota . Dia adalah salah satu teman perjalanan Deni dan Sarah sewaktu kegiatan Ujung Kulon yang dipimpin Deni beberapa waktu yang lalu. Hobby memotret alam bebas yang mengiring dia mengikuti perjalanan ke Rinjani bersama TIAC. Satu tas ransel berisi peralatan tempur memotret siap untuk diuji coba.

11. Anggara Yonatan

Sama sepertihalnya Farid, hobby memotret menggiring dia ikut bersama TIAC walaupun tahun 1996 pernah mendaki Rinjani. Kali ini obyek foto sepanjang jalur Sembalun-Plawangan Sembalun-Danau-Plawangan Senaru habis sudah dibabat beliau.

12. Bo'ang.

Sebagai pemandu perjalanan pendakian yang memandu perjalanan dan mengkoordinir pendakian serta memimpin 13 orang porter (8 porter Senaru dan 5 porter Sembalun). Ke 13 orang porter itu adalah Firman, Rajin, Nun, Andre, Ogi, (lainnya lupa). Sebuah pekerjaan yang benar-benar melelahkan. Mengantar, menemani dan membimbing tamu untuk melihat keindahan Rinjani. Dalam sebulan bisa sampai 4-5 kali mendaki Rinjani. Saat baru turun kemarin saja handphone sudah berdering dan ada tamu yang menunggu untuk pendakian pada esok harinya, ruarrrrrrrrrr biasa. Saat ini dia sedang menanti kelahiran anak pertamanya, mungkin bulan-bulan depan akan lahir Bo'ang junior, kita do'akan saja.

13. Lalu Ramli.

Mantan alumnus/Mapala Unram (Universitas Mataram) yang tergabung dalam wadah Lombokhijau.or.id bersama teman-teman yang bekerja sebagai event organizer perjalanan seputar Lombok , NTB. Karena beliau dan teman-teman disanalah kami benar-benar merasakan perjalanan ini nyaman, aman dan meninggalkan bekas terindah sendiri. Segala bantuan dari semua aspek yang kami butuhkan benar-benar diakomodir oleh beliau. Tidak ada tuan atau nyonya diantara kami, yang ada hanya kawan, sahabat dan keluarga. Kali ini dia tidak ikut menemani kami menapaki tanah Rinjani.

Bersambung ke Extreme Journal TIAC : Rinjani II [Repotnya persiapan, asiknya perjalanan]




Comments  

 
0 #2 Betty Yulita 2010-07-10 09:53
Kang Deni, Sarah n mas Farid...I miss u so much...koq eke ga diajak seh ke Rinjani...eke kan saingan beratnya sarah...jenk sarah apa kabar?
Quote
 
 
0 #1 Moderator1 2010-03-07 21:28
Mas Ade Nurdin,

Wis apik tenan Mas tulisane, sungguh sangat deskriptif dan mudah di ikuti alur cerita nya. Gejolak emosi dan kebimbangan juga di ceriterakan yang justru membuat ceritera semakin kuat. Ditunggu ceritera petualangan selanjut nya yo.

Wassalam,
Moderator1
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh